AS Akui Zika Penyebab Microcephaly
14 April 2016Pejabat pusat kesehatan publik dan penyakit menular CDC Amerika Serikat akhirnya mengumumkan, bahwa tidak ada keraguan lagi, bahwa virus Zika adalah penyebab cacat pada janin berupa kepala kecil atau microcephaly dan kerusakan pada otak. Organisasi kesehatan dunia-WHO sudah mengumumkan kaitan Zika dengan microcephaly beberapa waktu silam.
Dokter di Brazil mendiagnosa sedikitnya 1.100 kasus bayi lahir dengan cacat kepala lebih kecil dari normal atau microcephaly dalam beberapa bulan belakangan. Tercatat 198 kasus bayi cacat itu meninggal saat dilahirkan. Para dokter juga sedang meneliti lebih dari 4.200 kasus lainnya yang diduga microcephaly.
Sebelumnya para pakar kesehatan di AS meminta semua pihak berhati-hati menarik kesimpulan korelasi virus Zika dengan microcephaly. Janin yang diserang virus Zika, selain mengalami kerusakan otak ditandai dengan kepala yang lebih kecil dari normal, juga sering mengalami gangguan fungsi sel .
Nyamuk Aedes sebagai inang
Kasus infeksi virus Zika dan kaitan gejala microcephaly pada bayi sudah diamati sejak 2013-2014 silam saat wabahnya melanda kawasan Polynesia Perancis. Virus Zika menyebar lewat inang nyamuk Aedes aegypti yang juga inang penyakit demam berdarah Dengue-DBD serta lewat hubungan seksual.
Virus Zika berdasar monitoring WHO sudah menyebar di 30 negara di kawasan Amerika Selatan dan juga Amerika Utara, Asia serta Afrika. Virus yang diidentifikasi pertamak kali tahun 1947 di Uganda itu memicu simptom seperti serangan flu ringan, yakni demam, sakit persendian dan gatal-gatal.
Para ilmuwan meyakini, penyebaran cepat virus Zika yang dibawa inangnya, nyamuk Aedes saat ini dipicu oleh fenomena perubahan iklim dan pembabatan hutan tropis di banyak negara. Untuk mencegah penyebaran Zika di AS, yang sejauh ini sudah menginfeksi 350 orang, jawatan pengawas makanan dan obat-obatan sudah meminta dana sekitar 2 milyar US Dollar.
as/yf (rtr,adp,ap)